Kode AdSense Anda

Teks Persuasi | Pengertian, Tujuan, Struktur, Jenis [Lengkap]

Pernahkah kalian membaca teks persuasi? Tahukah kalian, jika saya tuliskan kata persuasi di google translate, bahasa inggrisnya adalah persuasion. Anehnya jika kata tersebut diterjemahkan kembali ke bahasa indonesia, hasilnya bukanlah kata ‘persuasi’, melainkan dengan kata ‘bujukan’.

Dengan ini kita mengetahui, bahwasannya teks persuasi adalah teks yang bersifat persuasif, atau bujukan.

Pengertian Persuasi dan Persuasif

Apa perbedaan persuasi dengan persuasif?

Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya; bujukan halus.

Jadi teks persuasi adalah teks yang bertujuan membujuk (dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan.

Adapun persuasif adalah sifat dari teks itu sendiri.  Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), persuasif adalah yang bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin).

Dari sini, kita mengetahui bahwa persuasi dan persuasif adalah kata yang berbeda dan memiliki arti yang berbeda.

Pengertian Teks Persuasif

Pada paragraf sebelumnya, kita telah membahas tentang kata persuasi dan persuasif. Kemudian, pada bagian ini, kita akan bahas tentang pengertian teks persuasi secara lengkapnya.

Teks persuasi adalah teks bacaan yang tersusun oleh paragraf-paragraf yang bersifat persuasif (bersifat mengajak, memahamkan, dan meyakinkan objek).

Tujuan Teks Persuasi

Apa tujuan teks persuasi? Dari pengertiannya saja, kita sudah bisa memahami maksud dan tujuan dari teks ini. Yaitu pastinya bertujuan untuk membujuk. Lengkapnya, teks persuasi adalah teks yang bertujuan untuk mengajak seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan.

Teks persuasi biasanya bersifat subjektif. Karena teks persuasi biasa dibuat oleh penulis dari satu sudut pandang, yaitu orang yang membuat teks persuasi itu sendiri.

Harapannya, penulis, dan penyusun teks persuasi, dapat mengajak dan memahamkan pembaca  lewat teks tadi untuk melakukan atau mengikuti teks persuasi yang dibuat. Sehingga para pembaca mengikuti dan memiliki pemikiran yang sama dengan teks pesuasi yang dibaca.

Ciri Umum Teks Persuasi

Agar dapat membedakan antara teks persuasi atau bukan, tentu kita harus mengetahui ciri-ciri teks tersebut. Berikut Selengkapnya tentang ciri umum teks persuasi:

  1. Adanya bujukan, pengaruh, atau himbauan kepada pembaca.
  2. Tulisan memiliki tujuan yang bertujuan mendorong atau mempengaruhi pembaca pada suatu hal.
  3. Paragraf memiliki data yang berupa fakta, contoh, dan bukti yang digunakan untuk memperkuat alasan yang disampaikan oleh penulis berkaitan dengan tujuannya.
  4. Mengandung kata persuasif (ajakan). Contoh : Ayo, Marilah, Laksanakanlah, Skuylah.
  5. Memuat argumentasi atau dalil yang meyakinkan pembaca.

Ciri Kebahasaan Teks Persuasi

Ciri kebahasaan teks persuasi yaitu :

  1. Terdapat kata-kata istilah yang berkaitan dengan topik
  2. Terdapay kata-kata penghubung yang bersifat argumentatif, atau mempertahankan argumen. Seperti : karena, jika, oleh karena itu, sebab, dan lain lain.
  3. Terdapat kata bujukan seperti : sepantasnya, wajib, penting, dan lain-lain.
  4. Terdapat kata kerja imperatif (mengandung perintah). Seperti : Marilah, Manfaatkanlah, dan lainnya.

Macam-Macam Teks Persuasi

Teks Persuasi dibagi menjadi beberapa jenis :

Jenis teks persuasi yang ini biasa digunakan dalam bidang politik pemerintahan. Seperti ajakan untuk bergabung dalam sebuah partai politik, berpartisipasi dalam kegiatan politik, dan lain-lain.

1. Persuasi Advertensi

Persuasi advertensi adalah karangan persuasi yang digunakan dalam bidang periklanan. Berfungsi untuk memengaruhi calon konsumen untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh penulis.

2. Persuasi Pendidikan

Jenis Persuasi pendidikan biasa digunakan di bidang pendidikan. Teks persuasi seperti ini berfungsi untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan.

3. Persuasi Propaganda

Jenis karangan yang satu ini memiliki maksud dan bertujuan untuk mempengaruhi pembacanya untuk melakukan atau mempercayai sesuatu. Jenis teks persuasif yang satu ini memiliki keinginan yang lebih kuat untuk mempengaruhi pembacanya dari jenis teks lainnya. Jenis teks yang satu ini bisa didapatkan di koran atau surat kabar, majalah, situs, dan lain-lain.

4. Persuasi Politik

Persuasi politik adalah teks yang membahas tentang bidang politik. Seperti ajakan untuk bergabunga dalam sebuah partai, ajakan pertisipasi untuk sebuah kegiatan partai politikdan lain-lain.

Struktur Teks Persuasi

  1. Pengenalan permasalahan. Struktur teks persuasi yang pertama ini berisi tentang pengantar dan penjelasan permasalahan yang hendak dibahas sebagai dasar dari penulisan.
  2. Rangkaian Alasan. Biasa disebut dengan bagian argumentasi, atau bagian yang menjelaskan dengan data-data yang bersifat fakta dan nyata. Sebagai penguat dalam mengatasi permasalahan/isu di awal.
  3. Penyataan imperatif. Yaitu penyataan tentang pemberian arahan serta ajakan terhadap sesuatu yang hendak dituju sebagai penyelesaian masalah.
  4. Kesimpulan. Berisi penegasan kembali sekaligus penutup.

Contoh Struktur Teks Persuasi

Judul

Yuk Berhenti merokok

Perkenalan Permasalahan

Kebanyakan perokok sebenarnya memulai merokok dengan coba-coba, apalagi buat ABG nih biasanya mau gaya, trus ikut-ikut nyoba rokok. Buruknya, rokok itu addict yaa. Kita nyoba ngerokok sekali lalu ketagihan, kecanduan terus sampai tua mau berhenti susahnya setengah mati, yang diuntung siapa coba?

Menjawab pertanyaan tersebut, para siswa sontak menjawab bahwa yang diuntungkan adalah pabrik rokok.

Ya, benar. Bayangkan, mereka bisa menjual rokok dari anak kecil sampai orang tua.

Semakin muda seseorang mulai merokok, maka dia akan semakin mudah untuk ketagihan dan sulit untuk berhenti merokok. Situasi ini jelas akan memperbesar penjualan produk mereka. Sehingga tanpa kita sadari usia remaja dan anak-anak kini jadi sasarannya. Buktinya, iklan rokok yang marak di media banyak menampilkan gaya hidup remaja, sebuah kesengajaan membidik anak muda sebagai target pasar mereka.

Rangkaian Argumentasi

Saat ini, Indonesia telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan dalam konsumsi produk tembakau, terutama rokok. Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan prevalensi perokok dari 27% (1995), meningkat menjadi 36,3% (2013). Artinya, jika 20 tahun yang lalu dari setiap 3 orang Indonesia 1 orang di antaranya adalah perokok, maka dewasa ini dari setiap 3 orang di Indonesia 2 orang di antaranya adalah perokok.

Semakin mengkhawatirkan karena prevalensi perokok perempuan juga meningkat dari 4,2% pada tahun 1995 menjadi 6,7% pada tahun 2013. Dengan demikian, pada 20 tahun yang lalu dari setiap 100 orang perempuan Indonesia 4 orang di antaranya adalah perokok, maka dewasa ini dari setiap 100 orang perempuan Indonesia 7 orang di antaranya perokok.

Kondisi yang lebih memprihatinkan lagi adalah kebiasaan buruk merokok juga meningkat pada generasi muda. Data Kemenkes menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16-19 tahun yang merokok meningkat 3 kali lipat dari 7,1% di tahun 1995 menjadi 20,5% pada tahun 2014. Adapun yang lebih mengejutkan adalah usia mulai merokok semakin muda (dini). Perokok pemula usia 10-14 tahun meningkat lebih dari 100% dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, yaitu dari 8,9% di tahun 1995 menjadi 18% di tahun 2013.

Penyataan imperatif

Padahal kebanyakan dari mereka sudah mengetahui dampak buruk dari merokok itu sendiri. Lantas apa yang dicari? Cari keren? Selain menyebabkan berbagai penyakit di tubuh kita, rokok juga menguras uang kita. Kan masih banyak hal yang bermanfaat yang bisa kita lakukan dengan uang tersebut. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan uang tersebut.

Kalian juga harus sadar. Pemuda adalah penerus perjuangan bangsa ini. Kalau penerusnya skit-sakitan, mau jadi apa bangsa ini? Ayok lah kita berhenti! kalau ngga sekarang kapan lagi?

Kesimpulan

Karena itu, marilah kita saling bergandengan tangan bersama berkomitmen untuk tidak menjadi perokok pemula dengan menyuarakan jargon. Mari kita berkomitmen untuk katakan tidak. Mari katakan tidak pada rokok. Tanpa rokok, keren loh!.

Langkah-langkah pembuatan teks persuasif

Dalam pembuatan teks persuasif tentu dibutuhkan langkah-langkah atau tahapan yang harus dilalui. Agar nantinya teks persuasi yang tercipta tidak berantakan dan enak dibaca, pastinya juga bisa memahamkan banyak pembacanya.

Langkah langkah penulisan teks pesuasi:

  1. Menentukan tema atau topik karangan : Dalam pemilihan tema atau topik, dapat menyesuaikan audien, pendengar, atau pembaca yang kita tuju atau tagetkan nantinya. Kita juga bisa mengambil tema atau topik dari situasi dan kondisi sekarang atau berdasarkan hal yang memang sedang menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
  2. Menentukan tujuan dari pembuatan teks : Membuat dengan dasar faedahnya teks yang hendak dibuat serta harapan yang akan terjadi setelah objek menerima teks tersebut.
  3. Mengumpulkan data : Sebelum menyusun teks persuasi, tentu harus mengumpulkan data-data yang ada tentang topik yang hendak disampaikan. Fungsi data disini adalah penguat tulisan atau teks persuasi. Namun ada hal yang harus diperhatikan dengan pengumpulan data ini, kita juga harus mengerti tentang kebenaran data yang kita dapatkan (bersifat fakta). Agar nantinya teks yang kita buat tidak mengundang masalah dan konflik yang malah membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  4. Membuat kerangka teks : Tentu kita ingin teks yang kita buat nantinya mudah difahami, dan dicerna dengan baik. Hal yang harus diperhatikan adalah kesistematisan dan kelogisan dalam perumusan dan penyusunannya. Susunan pembahasan yang tepat untuk karangan persuasi adalah susunan logis dengan urutan sebab akibat. Dengan pembahasan seperti ini, pembaca langsung dihadapkan pada masalah yang sedang dibahas.
  5. Mengatur emosi : Dalam pembuatan teks persuasi, juga harus menekankan di bagian pengaturan emosi pembaca. Dengan memperhatikan pengaturan emosi pembaca ini, pembaca diharapkan akan berkobar semangatnya atau meredam emosi dikarenakan tulisan atau teks yang kita buat.
  6. Kesimpulan :  Dengan adanya kesimpulan, pembaca lebih terpastikan akan kefahaman maksud dan tujuan dari teks yang ia baca.

Penutup

Mungkin sekian materi kali ini. Semoga bermanfaat. Akhir kata, Selamat belajar!

Tinggalkan komentar