Kode AdSense Anda

√ Teks Laporan Percobaan | Struktur, Ciri & Contoh [LENGKAP]

Kembali ke halaman tataotak. Pada halaman ini, kami akan membahas tentang materi teks laporan percobaan.

Pada zaman kemajuan teknologi dan keilmuan dunia ini, para pelajar telah mempelajari tentang salah satu cara membuat teks laporan percobaan. Tepatnya pada materi kelas 9.

Tidak hanya ilmuan atau pun peneliti, para pelajar pun tak jarang melakukan beberapa kegiatan percobaan semasa sekolah. Entah itu materi sekolah, tugas, bahkan sampai inisiatif perorangan sendiri.

Berikut akan kami sampaikan tentang pengertian atau definisi, kaidah penulisan, kaidah kebahasaan, Struktur teks dan langkah pembuatan.

Baca sampai selesai ya..

 

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang berisi paparan tentang tujuan, proses, dan hasil percobaan. Teks tersebut merupakan teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh peneliti.

Teks laporan juga biasa disebut dengan klasifikasi. Hal ini dikarenakan teks laporan berisi klasifikasi yang menyangkut jenis sesuatu berdasarkan kriteria.

Teks laporan percobaan adalah salah satu jenis teks laporan yang berisi tentang hasil percobaan yang dilakukan oleh subyek atau peneliti.

 

Tujuan Teks Laporan Percobaan

Pernahkah kalian berfikir, bahwasannya setiap teks pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda. Dan bagaimana dengan teks laporan percobaan ini? Apakah tujuannya sama dengan teks-teks yang lain?

Seperti namanya, yaitu laporan percobaan. Pasti tujuan teks tersebut tidak beda jauh dari nama tersebut.

Tujuan teks laporan percobaan adalah untuk mengklasifikasi dan/atau mendeskripsikan, menggambarkan, dan memberikan informasi faktual kepada pembaca tentang hasil percobaan yang telah dibuat dan dilakukan. Percobaan ini juga bisa dikerjakan secara pribadi atau pun berkelompok.

 

 Kaidah Teks Laporan Percobaan

Sebagaimana teks-teks lainnya dalam bahasa indonesia. Teks laporan percobaan juga mempunyai ciri khusus atau biasa juga disebut dengan kaidah.

Kaidah teks laporan percobaan sendiri terbagi menjadi berbagai jenis. Antara lain yaitu kaidah kebahasaan/ dipandang dari sisi bahasa dan kaidah penulisan / dipandang dari sisi tulisan.

Kaidah Kebahasaan dan Penulisan Teks Laporan Percobaan

Berikut adalah kaidah atau ciri dari teks laporan percobaan. Hal ini sangatlah perlu untuk diperhatikan dalam penulisan, penyusunan / pembuatan teks tersebut.

1. Menggunakan Sinonim dan Antonim

Pada umumnya, teks laporan percobaan mengandung kata yang bersinonim (memiliki kesamaan) dan kata yang berantonim (memiliki lawan kata).

Sinonim dan antonim pada ini biasa terdapat di bagian atau struktur langkah-langkah percobaan.

2. Menggunakan Kata Penghubung

Ternyata, menggunakan kata hubung adalah salah satu ciri atau kaidah kebahasaan pada teks laporan percobaan.

Beberapa contoh kata penghubung pada teks laporan percobaan adalah dan, tetapi, saat, meskipun, dan lain-lain.

3. Menggunakan Kata Bilangan

Kata bilangan pada teks laporan percobaan berfungsi untuk menunjukkan dan menginformasikan kepada pembaca tentang jumlah atau takaran banyak sedikitnya pada sesuatu yang dimaksud.

4. Menggunakan Kalimat Perintah

Kenapa pada teks laporan percobaan menggunakan kata perintah? Karena, di struktur langkah-langkah, mereka akan banyak menggunakan kata ini sebagai maksud bimbingan kepada para pembaca.

Seperti : tambahkan, hindari, sebaiknya, dan masih banyak lagi.

5. Menggunakan Kalimat Kompleks

Pernahkah kalian mendengar kalimat kompleks? Seperti namanya, kalimat ini kompleks dan memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba utama dan mengandung lebih dari satu predikat/ aksi.

6. Menggunakan kata tugas

Menggunakan kata tugas hubungan logis seperti ketika, maka dan lainnya. Kata tugas berfungsi untuk menjaga tulisan tetap padu dan terciptanya koordinasi yang serasi.

7. Menggunakan kata kerja aktif

Kata kerja aktif berguna untuk menunjukkan gambaran suatu proses atau langkah langkah dalam percobaan yang dijelaskan.

Kalian juga bisa lihat penjelasan lebih lanjut tentang kaidah teks laporan percobaan di video ini

Struktur Teks Laporan Percobaan

Setelah kita membahas ciri atau kaidah kebahasaan dan kaidah penulisan. Sekarang kita akan membahas tentang struktur teks laporan percobaan.

Berikut adalah beberapa struktur teks laporan percobaan .

  • Judul
  • Tujuan
  • Bahan dan Alat
  • Langkah-langkah Kegiatan
  • Hasil Percobaan
  • Kesimpulan

Judul

Pada bagian judul, kita harus menggunakan bahasa yang baku dan bersifat singkat, jelas dan padat. Pada judul juga harus dapat menggambarkan isi teks laporan percobaan yang hendak dituliskan.

Agar lebih baik lagi, sebisa mungkin kita membuat judul yang menarik perhatian para pembaca.

Tujuan

Pada struktur yang kedua ini, ada dengan maksud agar pembaca mengetahui, apa visi dan misi yang hendak diraih dalam proses percobaan ini.

Tujuan juga berupa target yang bersifat kuantitatif dan merupakan ukuran keberhasilan suatu percobaan.

Kebanyakan tujuan dari percobaan adalah untuk mengetahui dan memahami suatu materi dengan ara eksperimen yang dilakukan (percobaan).

Bahan dan Alat

Pada struktur ini, kita harus menjelaskan tentang semua barang yang bersifat bahan maupun alat yang digunakan dalam suatu percobaan.

Langkah-langkah Percobaan

Dalam menuliskan langkah-langkah percobaan, kita harus menggunakan bahasa yang pas dan dengan urutan yang sistematis dan tertib berurutan.

Agar lebih baik lagi, hendaknya struktur langkah-langkah mengandung kalimat saran, perintah, dan larangan atau batasan.

Hasil Percobaan

Pada struktur hasil percobaan harus memuat hasil percobaan yang telah kita lakukan. Apa itu hasil percobaan? Hasil percobaan adalah hal-hal yang kita dapati dari sebuah percobaan. Entah itu bersifat kejadian yang sementara, bersifat permanen atau hasil-hasil lainnya.

Kesimpulan

Kesimpulan diambil dari awal percobaan sampai akhir percobaan (perlu pemerhatian di bagian hasil percobaan). Kesimpulan harus bersifat faktual (fakta) atau nyata.

Kesimpulan berisi tentang pokok pembicaraan dan menjawab dari tujuan yang telah dibuat sebelumnya.

 

Langkah Pembuatan Teks Laporan Percobaan

Setelah percobaan dilakukan, biasanya siswa atau pelaku peneliti diminta untuk menuliskannya dalam dalam bentuk laporan, atau disebut juga dengan teks laporan percobaan.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan teks laporan percobaan yang baik dan benar:

  1. Membuat judul dengan diawali huruf besar di tiap awal katanya, kecuali kata sambung.
  2. Menuliskan semua tujuan yang akan diraih harapannya setelah melaksanakan percobaan yang dimaksud.
  3. Menuliskan landasan teori yang telah dimiliki dan dikumpulkan. Setelah menuliskan landasan teori, maka buatlah hipotesis sebagai jawaban sementar terhadap percobaan yang dilakukan.
  4. Tuliskan alat dan bahan yang benar-benar digunakan saat melaksanakan percobaan.
  5. Pada bagian langkah-langkah hendaknya menggunakan kaliamat prosedur. Kalimat prosedur yang dibuat haruslah bersifat tertib dan urut sistematis.
  6. Menuliskan segala hasil percobaan sesuai dengan apa yang terjadi setelah percobaan dilakukan.
  7. Menganalisis dari segala data dan percobaan yang telah dilakukan. Memadukan antara hasil pengamatan dengan teori-teori yang digunakan dan tinjauan dari berbagai sudut pandang sebagai landasan yang kemudian di rumuskan menjadi sebuah kesimpulan.
  8. Kesimpulan harus bersifat ringkas dan sesuai dengan percobaan yang telah dilakukan. Apakah menjawab tujuan atau capaian yang hendak dicapai sebelum melakukan percobaan atau tidak.
  9. Mencantumkan daftar pustaka. Sebagai bukti referensi pelaku percobaan terhadap teori-teori atau pun segala hal yang ia ambil dari luar. Seperti judul buku dan pengarang, domain dari artikel seorang publisher, serta sumber-sumber lainnya.

 

Contoh Teks Laporan Percobaan

berikut adalah contoh teks laporan percobaan ilmiah yang benar singkat dan lengkap. Perhatikan juga pada bagian struktur dan penyusunan kalimat teks berikut.

Contoh Teks Laporan Percobaan Tentang Makanan

  • Judul :

Uji Kandungan Makanan

  • Tujuan :

Untuk mengetahui kandungan protein, glukosa, amilum dan kandungan lemak yang terdapat pada bahan makanan.

III.            Dasar Teori :

Tubuh manusia memerlukan zat makan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang diperlukan dalam jumlah yang banyak ( makronutrien), yakni karbohidrat , protein, dan lemak. Ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, ialah mineral, dan vitamin.

  • Alat Dan Bahan :

  1. Tabung reaksi 10. Tahu
  2. Pipet tetes
  3. Pembakar spirtus
  4. Alat tumbuk
  5. Pencapit tabung reaksi
  6. Larutan biuret
  7. Larutan Benedict
  8. Larutan lugol
  9. Kertas Buram
  10. Roti Tawar
  11. Pisang
  12. Putih telur
  13. Susu Putih

 

  • Langkah-langkah :

  1. Sebelum memulai segalanya, hendaknya kita menggunakan pengaman seperti sarung tangan karet dan pengaman yang lainnya. Waspada dengan cairan yang bersifat membakar dan berbahaya.
  2. Sebelum Percobaan dilakukan terlebih dahulu seluruh macam makanan yang akan diuji. dilembutkan dengan memakai alat tumbuk
  3. Ujilah setiap bahan makanan yang ada dengan pengujian sebagai berikut :

 

  1. Uji Protein :

– Menyediakan tabung reaksi dengan jumlah sebanyak makanan yang akan diuji dan mengisi setiap tabung dengan bahan makanan yang akan di uji dan kemudian diberi label dan diletakkan pada rak

– Menetesi dengan empat tetes larutan biuret kedalam 2ml larutan percobaan setiap tabung reaksi

– Menggoyangkan tabung reaksi sehingga tercampur rata, memperhatikan perubahan warna yang terjadi.

– Mencatat hasil percobaan dalam tabel pengamatan

  1. Uji Glukosa :

– Menyediakan tabung reaksi dengan jumlah sebanyak makanan yang akan diuji, kemudikan memberikan label dan diletakkan pada rak

– menyiapakan pembarakan spirtus

– meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan larutan benedict dan goyangkan. Menambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam 2ml larutan susu. Memanaskan campuran zat tersebut kedalam air mendidih selama 5 menit.

– Mencapitkan tabung reaksi dengan penjepit tabung reaksi lalu memanaskan dengan posisi miring, secara perlahan, diputar-putar disekitar api spirtus dan memperhatikan perubahan warna yang terjadi.

– Mencatat hasil percobaan dalam tabel pengamatan.

  1. Uji Amilum :

– Menyediakan tabung reaksi dengan jumlah sebanyak bahan makanan yang akan diuji dan mengisi setiap tabung reaksi dengan makanan yang akan diuji kemudian diberi label dan menaruhkannya pada rak tabung reaksi,

– Meneteskan setiap tabung dengan larutan lugol sebanyak 5 tetes ke dalam 2 ml larutan percobaan

– Menggoyangkan dan memperhatikan perubahan warna yang terjadi

– Mencatat hasil percobaan dalam tabel pengamatan

  1. Uji Lemak

– Menyediakan selembar kertas buram

– Menggosokkan sejumlah kecil dari setiap macam bahan yang akan diuji

– Menandai kertas tadi dan mengarahkan pada cahaya matahari/mendekatkan pada pemanas spirtus, mengamati pada bagian yang mengandung nutrien

– Mencatat hasil percobaan dalam tabel pengamatan

 

  • Hasil Pengamatan :

Laporan hasil percobaan

Pada saat uji protein tahu yang awalnya berwarna putih setelah ditetesi larutan biuret akan berubah warna dari putih menjadi ungu. Pada roti tawar yang mulanya berwarna putih sesudah di tetesi larutan biuret akan berubah warna menjadi biru. Pada buah pisang yang mulanya berwarna kuning sesudah ditetesi larutan biuret berubah warna menjadi biru. Pada Putih telur yang awalnya berwarna putih setelah ditetesi larutan biuret berubah warna menjadi ungu. Dan susu yang mulanya berwarna putih setelah ditetesi larutan biuret berubah warna menjadi ungu.

Pada saat uji glukosa yang mulanya tahu berwarna putih, setelah ditetesi larutan benedict akan berubah warna menjadi ungu dan setelah dipanaskan berubah lagi menjadi warna ungu. Pada makanan roti tawar yang awal mulanya berwarna putih setelah ditetesi larutan benedict berubah warna menjadi biru dan setelah dipanaskan berubah warna menjadi coklat. Pada buah pisang yang awalnya berwarna kuning sesudah di tetesi larutan berubah menjadi warna biru dan setelah dipanaskan berubah menjadi warna oranye. Pada makanan putih telur yang awalnya berwarna putih sesudah ditetesi larutan berubah menjadi warna ungu dan sesudah dipanaskan berubah menjadi warna merah bata. Pada susu yang awalnya berwarna putih setelah ditetesi larutan berubah menjadi warna ungu dan dipanaskan berubah menjadi warna oranye.

Pada uji amilum menggunakan larutan lugol, dari tahu yang mulanya berwarna putih berubah menjadi coklat. Dari Roti yang berwarna putih berubah menjadi warna hitam. Dari pisang yang berwarna kuning berubah  menjadi warna hitam, dari putih telur yang awal mulanya berwarna putih berubah menjadi warna cokelat dan dari susu yang mulanya berwarna putih berubah menjadi warna coklat.

Pada uji lemak menggunakan kertas buram. Seluruh bahan dioleskan pada kertas dan yang mengalami tembus pandang hanyalah putih telur dengan susu. Simpulan lain tidak mengalami tembus pandang.

 

 

  • Kesimpulan

  1. Makanan yang mengandung protein akan berwarna ungu seperti  tahu, putih telur, dan susu.
  2. Makanan yang mengandung glukosa akan berwarna merah bata seperti putih telor.
  3. Makanan yang mengandung amilum akan berwarna biru atau hitam seperti roti tawar dan pisang.
  4. Makanan yang mengandung Lemak akan tembus pandang seperti susu.

 

Dengan mengetahui zat kandungan dalam makanan, menjadikan kita mengerti cara untuk mendeteksi zat kandungan pada makanan yang kita makan.

 

Penutup

Itu tadi adalah pembahasan kami mengenai teks laporan percobaan. Semoga bermanfaat.

Selamat belajar!

Tinggalkan komentar