Pengalaman Membuat Sabun Herbal di Pesantren

-Pengalaman Membuat Sabun Herbal di Pesantren Kadang, padatnya kegiatan pondok membuat kita lelah, letih, jemu, bosan, dan lain-lain. Kegiatan yang dilakukan pun hanya itu-itu saja. Mengaji-murajaah-menghafal, belajar/ta’lim, tidur, dan lain-lain. Hingga banyaknya pelanggaran yang telah dilakukan para santri beralasankan bosan. Padahal para pelanggar itu tau bahwa hal yang ia lakukan itu dilarang oleh pondok pesantren.

Kegiatan baru

microphone
pixabay.com

Hingga di suatu hari, diumumkanlah hasil rapat kepada para santri. Bahwasannya ada kegiatan baru untuk para santri yang akan dilaksanakan setiap awal bulan, tepatnya pada hari sabtu. Kegiatan itu diharapkan dapat melatih keterampilan para santri.

Kegiatan tersebut membuat para santri penasaran bukan main. Hingga suatu hari datanglah saat kegiatan baru itu dilaksanakan. Para santri dikumpulkan dengan speaker. Kami berbaris dan menunggu kedatangan salahsatu ustadz.

Datanglah salahsatu ustadz dengan membawa segulung kertas. Ia memperhatikan dan menghitung barang-barang yang baru ia bawa dengan bantuan beberapa santri. Sepertinya itu bahan-bahan yang digunakan untuk kegiatan ini.

Lumayan lah…

child thinking
pixabay.com

Kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu itu dibuka dengan basmallah dan pembukaan seperti biasanya. Sambutan dari ustadz membuat kami faham tujuan dari kegiatan ini. Ia pun berkata, bahwasannya pada kegiatan kali ini, kami akan belajar serta praktek membuat sabun batang.

Topiknya yang sangat sangar membuat beberapa santri nyengir nakal kearah teman sebelahnya. Tapi, jika dilihat kembali, kegiatan ini memang berjalan tanpa ada pungutan biaya dari para santri. Hal itu membuat kami merasa diuntungkan. Apalagi hasil dari proses melatih keterampilan itu akan diberikan kepada kami.  Sehingga, muncul kesungguhan dari pribadi para santri, bahwasannya apa yang kami buat nantinya, akan kembali kepada (untuk) kami sendiri.

Ditengah sambutannya, ustadz berkata, bahwa telah ada sabun herbal yang dibuat oleh merek ternama berbahan dasar kopi. Sabun itu dijual dengan harga yang sangat mahal. Kurang lebih Rp 100 000,00/batangnya.  Padahal bahan serta bimbingan pembuatan sabun itu diberikan cuma-cuma untuk Kami. Seketika itu senyum bertebaran. Lumayan lah.. gak usah beli sabun buat bulan ini.

Ustadz juga mengatakan, bahwa sabun yang akan jadi nantinya dibagi menjadi dua. Satu bagian untuk dibagi ke anggota kelompoknya, dan bagian yang lain akan dijual kepada ustadz dengan harga yang lumayan juga. Waahh…

Praktek dan Bimbingan

Learning
pixabay.com

Pertama-tama dibagilah para santri menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama membuat sabun berbahan kopi. Kelompok kedua membuat sabun berbahan madu. Kelompok tiga membuat sabun berbahan habbatussauda (jinten hitam). Terakhir kelompok empat membuat sabun berbahan (penulis lupa)

Pertama, kami diberitahu tentang bahan-bahan yang dibutuhkan serta takarannya. Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan :

  1. Air
  2. Minyak kelapa sawit/ zaitun
  3. Soda api (NaOH)
  4. Parfum wangi sesuka hati
  5. Bahan tambahan (kopi/ madu/ jinten hitam/…)

Langkah-langkahnya:

  1. Campur air dengan soda api (dalam wadah)(air dahulu). Nanti akan bereaksi dengan tanda mendidihnya air. Jangan lupa untuk menggunakan ‘pengaman’ atau sarung tangan. Karena ketika tangan bersentuhan dengan soda api, agak aneh rasanya. Panas-panas gimanaa gitu. Jangan dekat-dekat dengan campuran tadi. Karena, campuran mengeluarkan uap yang menusuk parah. (normal)(kalau tidak percaya bisa hirup sepuasnya)
  2. Aduk sampai soda api larut. BTW soda api yang kami gunakan ini bentuknya padat (seperti keripik tipis-tipis berwarna putih kebeningan)(jangan dimakan) Jangan aduk dengan tangan kosong. Atau anda akan merasakan hal yang tidak biasa terjadi pada tangan anda. Pastikan kalian memasukkan soda api (NaOH) ke dalam air, jangan sebaliknya. Jika memasukkan sebaliknya akan terjadi efek gunung meletus. Aman!
  3. Campur minyak dengan larutan soda api tadi.
  4. Tambahkan bahan campuran dan parfum secukupnya.
  5. Aduk sampai tercampur dengan rata.
  6. Cetak atau letakkan di wadah sesuai ‘keinginan masing-masing.
  7. Tunggu sampai kering.

Kegiatan berjalan dengan baik. Prosesnya yang cukup simple tidak mudah membuat para santri kebingungan. Kami sangat senang dan terhibur dengan kegiatan ini. Mungkin karena sebelumnya, kami belum pernah melihat wujud soda api, apalagi sampai menyentuhnya.

Suatu kegiatan yang luar bisa ketika kami berlomba ketahanan tangan terhadap soda api yang membakar diantara kedua telapak tangan. Memang telapak tangan kami agak tebal. Dikarenakan kegiatan kepanduan serta hukuman yang kami jalani.

Dapat Uang

Money
pixabay.com

Seperti yang dikatakan ustadz ketika penjelasan proses pembuatan, ia akan membeli setengah bagian dari hasil kerja para santri. Kamipun memberikan setengah dari hasil kerja kita kepada sang ustadz.

Senang bukan main ketika kami mendapat uang dari ustadz, Ternyata ia benar-benar membeli sabun yang kami buat. Dari hasil main-main dan sedikit kerja kami. Lumayan untuk jajan minggu ini. Benar-benar hari yang sangat menyenangkan dan menghibur.

Bagi kalian para santri, mungkin kalian bisa ajukan dengan cara yang baik, tentang kegiatan seperti diatas untuk diadakan di pondok kalian. Semoga pembaca bisa mengambil manfaat dari bacaan diatas.

Tinggalkan komentar