Kode AdSense Anda

11 Kata Kata Istiqomah Penggebrak Jiwa

Ketika mendengar kata istiqomah, apa yang terlintas di pikiran kita? Istiqomah adalah satu hal yang harus ada pada diri seseorang yang sedang berjuang manapaki jalan kebenaran. Jika kalian salah satu dari orang-orang tersebut, maka berbahagialah. Karena Allah bersama dengan mereka, orang-orang yang memperjuangkan agama Islam ini.

Diantara banyak motivasi-motivasi yang pernah kita dengar. Kita harus mengetahui terlebih dahulu. Bahwasannya kita adalah hamba Allah SWT. Tidaklah kita, umat manusia diciptakan kecuali untuk beribadah kepadaNya. Dengan beribadah dan taat akan segala perintahnya, kita akan menjadi hamba-hambanya yang terpilih, Insya Allah untuk meraih kesuksesan yang nyata di sisinya.

Jadi, hendaklah kita singkirkan segala sesuatu yang membuat kita menjauh dan lupa akan tujuan penciptaan, dan tujuan hakiki para umat manusia. Untuk itu tataotak akan memberikan beberapa motivasi yang semoga bermanfaat ini.

Selamat membaca!

Kata-Kata Istiqomah Hadis Rasulullah SAW dan Al-Qur’an

Rasulullah adalah manusia terbaik yang pernah ada. Beliau adalah suri tauladan para umat manusia. Beliau adalah utusan dan nabi terakhir yang diutus di dunia ini. Dengan mengutip beberapa sabda dari banyak hadis-hadisnya, semoga bermanfaat dan menambah semangat kita dalam beragama ini.

Berikut kata-kata istiqomah yang kami kutip dari hadis / sabda Rasulullah SAW.

 

Ayat Terberat Menurut Nabi

Ibnu ‘Abbâs RA berkata:

مَا نُزِّلَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ- آيَةً هِيَ أَشَدُّ وَلَا أَشَقُّ مِنْ هذِهِ الآيَةِ عَلَيْهِ، وَلِذلِكَ قَالَ لِأَصْحَابِه حِيْنَ قَالُوْا لَه: لَقَدْ أَسْرَعَ إِلَيْكَ الشَّيْبُ! فَقَالَ : شَيَّبَتْنِيْ هُوْدٌ وَأَخْوَاتُهَا

Tidaklah ada satu ayat pun yang diturunkan kepada Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam yang lebih berat dan lebih susah daripada ayat ini. Oleh karena itu, ketika beliau ditanya, ‘Betapa cepat engkau beruban’, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Sahabatnya, ‘Yang telah membuatku beruban adalah surat Hûd dan surat-surat semisalnya”. HR. Tirmidzi.

 

Hiduplah Seperti Musafir

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ [وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ] وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku. Kemudian beliau bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan dirimu adalah orang asing atau seorang musafir’ [dan persiapkanlah dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)].”

Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan, “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

HR. Bukhari (tanpa kalimat dalam kurung)

Hadis Rasulullah tentang dunia

 

Jadilah engkau di dunia, seakan-akan dirimu adalah orang asing atau musafir.

Dari hadis di atas, kita bisa ketahui akan pentingnya untuk menyadari, bahwa hidup hanyalah sementara. Dunia adalah tempat untuk mencari bekal. Janganlah sampai kenikmatan dunia membuat kita semua lupa akan tujuan utama kita.

 

Bersabarlah

Dalam Al-Quran disebutkan, bahwaannya Allah akan memberi balasan tanpa hitungan kepada hamba-hambaNya yang bersabar’

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya.” QS. Az Zumar: 10

Kata-kata bijak tentang bersabar

Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya

Semoga menjadi pendorong dan penyemangat kita semua untuk semakin sabar menghadapi cobaan yang Allah berikan.

 

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Kematian tidak dapat dihindari. Siapapun kalian, dimanapun kalian, dan apapun yang sedang kalian kerjakan. Entah kita sedang berada dalam ketaatan dan keistiqomahan dalam kebaikan, ataupun dalam kemaksiatan. Apabila telah tiba ajal yang telah ditentukan, maka tidak akan ada yang mampu lari darinya.

Seperti firman Allah berikut:

قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya : Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja”.  QS. Al-Ahzab ayat 16

Kata-kata Istiqomah Para Ulama

Selain mengambil kebaikan dan motivasi dari Al-Qur’an dan Hadis. Marilah kita petik juga beberapa pesan para ulama berikut.

 

Siapa Tak Bersabar Maka..,

Seorang ulama bernama, pernah mengatakan:

مَنْ لَمْ يَصْبِرْ لَمْ يَظْفَرْ

Artinya, “Siapa yang tidak bersabar, maka ia tidak akan mendapatkan (cita atau keinginannya).”

sabar pangkal sukses

Siapa yang tidak bersabar, maka ia tidak akan mendapatkan (cita atau keinginannya)

Maka, sabar adalah salah satu langkah untuk meraih sesuatu yang kita ingin capai, apapun cita-cita kita itu.

 

Ketetapan Tuhan Adalah yang Terbaik

Imam Abu Hamid Al-Ghazali pernah berkata :

“Ketika saya melihat kembali kehidupan saya, saya menyadari bahwa setiap kali saya pikir ditolak dari sesuatu yang baik. Pada saat itu Aku benar-benar sedang kembali diarahkan ke sesuatu yang lebih baik. Anda harus meyakinkan hati bahwa apapun yang Tuhan tetapkan adalah hal yang paling tepat dan paling bermanfaat bagi Anda”.

Pilihan Tuhan Adalah yang terbaik

bahwa apapun yang Tuhan tetapkan adalah hal yang paling tepat dan paling bermanfaat bagi Anda”

 

Agar Mendapat Sesuatu yang Dicita-citakan

Masih dari seorang ulama yang sama, yaitu Imam Abu Hamid Al-Ghazali. Ia berkata tentang sabar sebagai salah satu kunci kesuksesan.

Beliau pernah berkata:

Bersabar untuk meraih kesuksesan

Untuk mendapatkan apa yang Anda sukai, Anda harus bersabar dengan apa yang Anda benci

Jadi, benar-benar sesuatu yang tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam proses menuju kesuksesan pasti ada yang namanya gagal, ujian dan berbagai cobaan. Jadi, apakah kita mampu bersabar?

 

Bermaksiat Namun Kenyang

Betapa pemurah Allah SWT, Memberikan banyak sekali kenikmatan-kenikmatan ini untuk kita secara cuma-cuma. Allah hanya menuntut kita untuk beribadah dan menjauhi larangan-laranganNya. Namun, tak sedikit dari manusia yang bermaksiat dan kenyang pada hari itu. Seperti kata-kata Imam Malik berikut:

Betapa banyak manusia yang berdosa dan kenyang pada hari itu

Dari kata-kata Imam Malik diatas, kita bisa mengetahui. Betapa pemurahnya Allah, ia tidak hanya memberikan rizkinya hanya untuk orang-orang yang beribadah kepadaNya, melainkan kepada orang kafir juga. Namun, sayang dan cinta Allah hanya lah untuk orang-orang yang mencintaiNya dan senantiasa istiqomah serta taat di jalan Allah.

Kata-kata Imam Malik diatas juga menjelaskan bahwa betapa dzalim manusia. Betapa banyak kenikmatan yang datang dariNya, malah manusia berbuat dzlim. Padahal tidaklah sedetik, kita bisa hidup tanpa izin Allah SWT. Karena itu pula, marilah kita panjatkan doa berikut :

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ ، وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Terjaga, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan Engkau limpahkan (semua urusan) terhadap diriku walau sekejap mata.“ (HR. Hakim)

Itulah pesan Rasulullah ﷺ kepada Fatimah radhiyallahu ‘anha.

 

Kata-kata Istiqomah Penggebrak Jiwa

Ya Memang Berat

Memang berat istiqomah di jalan Allah. Apalagi ketika melihat mereka yang selalu mengiming-iming kita dengan kenikmatan-kenikmatan dunia ini. Namun, setidaknya kita mengetahui. Kenikmatan itu memang nikmat, tapi hanya sementara. Kalau istiqomah berat, istirahat yang nikmat. Kalau neraka yang panas, maka surga lah yang sejuk.

Kata motivasi istiqomah

Istiqomah tuh berat, istirahat yang ringan

Bukan berarti kita tidak butuh untuk beristirahat.

Memang berat istiqomah di jalan ini. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan kita untuk berhenti. Carilah teman yang dapat memotivasi diri untuk tetap berada dalam ketaatan ini. Dan berjuang adalah satu-satunya cara untuk meraih kenikmatan yang abadi.

 

Ingatlah..

Ketika diri ini sudah tak tahan menghadapi cobaan dan ujian yang datang. Ketika diri ini sudah capek berada dalam ketaatan. Ingatlah! Bagaimana dulu engkau bisa memulainya dengan kemantapan yang mantap. Ingatlah bagaimana engkau bisa bertahan sampai detik ini.

Kata Kata motivasi

Tentu surga adalah balasan yang layak untuk hamba-hambanya yang mau bersabar atas segala penderitaan dan keletihan dalam menjalankan ketaatan. Apalah usaha kita ini jika dibandingkan perjuangan para Rasul dan sahabat-sahabatnya. Apalah usaha kita ini jika dibandingkan dengan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina, dan di Syam sana.

Kira-kira hal apa yang membuat kita pantas untuk menginjakkan kaki di surgaNya?

 

Anda Capek?

Dari berbagai motivasi yang ada, marilah kita perhatikan beberapa kisah berikut. Klik Disini

KAta motivasi capek

Bagaimana kita perhatikan saudara-saudara kita yang sedang berjuang di Palestina sana. Sungguh kekufuran yang benar, ketika kita masih mengeluh dan mengeluh. Apa yang lebih nikmat dari tanah yang subur? Kekayaan yang melimpah? Keadaan aman dan tentram.

Mungkin kita menganggap ini adalah situasi yang biasa-biasa saja. Namun, bagaimana jadinya, jika kita bandingkan keadaan kita sekarang dengan keadaan saudara-saudara kita di luar sana. Mereka tidur beratapkan langit yang tiap waktunya dilewati jet-jet tempur dengan segala persenjataanya.

Namun, tidak menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti dalam ketaatan ini. Tidak menjadi alasan bagi mereka untuk tidak sholat dan menghafal Al-Qur’an. Bagaimana dengan kita yang masih bermalas-malasan ketika adzan berkumandang? Bagaimana dengan kita yang tenggelam dalam berbagai kemaksiatan?

 

Penutup

Sebagai penutup sekaligus kesimpulan. Setelah kita membaca beberapa bacaan di atas. memang benar bahwa kematian adalah motivasi terbaik untuk semangat dalam ketaatan.

Semoga dengan bacaan diatas, kita menjadi mengerti bahwa memang istiqomah itu sulit. Yang merasakan hal itu bukan hanya kalian, namun semua yang berada dalam ketaatan. Jadi, dengan kita mengetahui kesulitan dalam istiqomah ini semoga bisa mengurangi kesulitan itu sendiri. dengan mengatakan ya memang sulit.

Bahkan ketika dulu saya berada di pesantren. Saya dan teman-teman saya merasakan ketatnya peraturan dan banyaknya waktu menghafal yang membuat kita stress. Ketika ada pemberitahuan hasil rapat mingguan asatidz, ustadz tersebut bertanya. “Ada yang ditanyakan atau yang mau menyampaikan sesuatu?”.

Salah satu dari kami pun berkata,” Stress tadz, waktu halaqohnya dikurangi dong tadz..”. Kami yang sependapat hanya senyum senyum penuh pengharapan.

Ustadz menjawab “Ha? Stress? Antum Kalau bandingkan waktu halaqoh kalian sama pondok tahfidz diluar sana, mereka lebih banyak. Antum biasakan saja, ditahan dulu stressnya. Nanti kalau sudah terbiasa, ya bakalan terbiasa untuk stress. Jadi, biasakan saja.. Nikmati.. Yang Stress juga bukan antum. Ustadz-ustadz kalian ini juga stress capek Nunggu antum maju storan.. mikirin hafalan antum yang belum kelar-kelar targetnya.. bentar lagi liburan malah kalua target kalian nggak nyampe, liburan kalian kepotong. dan yang kepotong liburannya itu bukan cuma kalian. Ustadznya juga. Yang jagain kalian. Jadi nikmati aja.. Kita sama-sama berjuang “.

Kami tertawa sekaligus berontak. Tapi, ya memang benar yang beliau sampaikan. Sebagai santri juga kita sudah diberi waktu istirahat yang cukup, makanan yang sehat dan waktu olah raga yang tersedia.

Nikmati aja.. dan rasakan kenikmatannya… 🙂

Wallahu A’lam Bisshowab.

Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tinggalkan komentar