Kode AdSense Anda

√3 Alat Musik Tradisional Khas Madura [Deskripsi & Gambar]

Selamat datang di halaman tataotak. Apakah kalian semua sedang mencari penjelasan atau pun daftar (list) alat musik tradisional khas daerah / suku Madura?

Kalau iya, berarti kalian sudah datang di halaman yang benar nih. Seperti yang telah kalian baca pada judul. Di artikel ini, kami akan bahas mengenai tiga alat musik tradisional khas Madura.

Disamping watak yang pemberani, hemat, pekerja keras serta satenya yang terkenal.. Ternyata suku Madura juga memiliki seni kebudayaan yang mengagumkan juga lho. Salah satunya yaitu berwujud alat musik.

Alat musik khas Madura yaitu :

  1. Saronen
  2. Tong-tong
  3. Ul Daul

Nah, setelah kita mengetahui ketiga alat musik tersebut, marilah kita memperjelas lebih lanjut mengenai deskripsi serta cara memainkan alat musik tersebut. Atau mungkin juga ada filosofi unik tersendiri dibalik terciptanya alat musik tersebut? Yuk simak lebih lanjut!

Daftar Alat Musik Tradisional Khas Madura

Berikut adalah beberapa alat musik khas daerah Madura. Adakah yang sudah pernah kalian lihat atau bahkan pernah kalian mainkan?

1. Saronen

saronen alat musik khas madura
www.adira.co.id

Deskripsi Saronen

Saronen adalah alat musik khas daerah Madura. Sekilas, Saronen terlihat seperti perpaduan antara seruling (suling) dan terompet. Namun, terdapat perbedaan pada peniupnya.

Jika kalian lihat dengan teliti, kalian akan lihat terdapat kumis-kumisan yang terdapat pada peniup Saronen. Antara satu dengan yang lain pun terkadang berbeda warna bahkan bentuk kumis-kumisannya. Sesuai dengan kreatifitas dan keinginan pembuatnya.

Saronen terbuat dari kayu jati pilihan yang berbentuk kerucut. Panjang Saronen sendiri mencapai 40 centimeter (cm). Lubang yang terdapat pada Saronen berjumlahkan tujuh lubang. Sama seperti suling, enam lubang berada di atas, dan satu lubang di bagian bawah.

Kumis-kumisan di bagian peniup Saronen terbuat dari tempurung kelapa ang diukir hingga menjadi sedemikian rupa. Ketika Saronen dimainkan memang terlihat seperti kumis tebal palsu yang digunakan oleh orang yang memainkannya. Padahal itu adalah kumis-kumisan yang masih menjadi bagian dari alat musik Saronen.

Saronen biasa dimainkan bersamaan dengan alat musik daerah lainnya. Seperti Gong besar, Kenong besar, Kenong tengahan, Kenong kecil, Korca, Kempul dan Gendang besar serta Gendang kecil.

Jika dijumlahkan, totalnya adalah perpaduan 9 alat musik. Hal ini dikarenakan sengaja di kaitkan dengan pembuka Al-Quran yaitu kalimat “Bismillahirrhmanirrahim” yaitu 9 suku kata. Wah keren juga nih.

Alat musik ini biasa dimainkan di acara-acara tertentu seperti pernikahan dan pesta adat. Selain itu, Saronen juga dimainkan sebagai pengiring acara tertentu seperti lomba karapan sapi atau lomba kecantikan sapi betina.

Sejarah Saronen

Dahulu ada seorang penguasa Sumenep yang bernama Arya Panoleh. Ia sering berkunjung ke tempat kakaknya Batara Katong yang berkuasa di Ponorogo.

Sesampainya rombongan Sumenep di Ponorogo, mereka disambut dengan tarian Reog dan atraksi memukau yang dilakukan oleh penghuni Ponorogo.

Dari sinilah Selompret pada Gamelan asal Ponorogo dikenal oleh rombongan Sumenep dengan nama Saronen.

Dahulu juga, alat musik ini sering digunakan oleh Kyai Khatib (cicit Sunan Kudus) untuk berdakwah mendakwahkan islam pada hari pasaran tertentu. Pada hari itu, Kyai Khatib dan para pengikutnya berpakaian seperti badut untuk menghibur pengunjung pasar.

Setelah banyak pengunjung pasar berkumpul, mulailah Sang Kyai Khatib untuk berdakwah memberi pemaparan tentang agama islam dan juga kritik sosial.

Gaya dakwah yang humoris ini mampu menggetarkan banyak hati para pengunjung. Sehingga banyak masyarakat yang hadir untuk berbaiat kepada islam.

Jadi, bisa dikatakan juga Saronen adalah alat musik yang membantu penyebaran agama Islam di Madura.

 

2. Tong-tong

kentongan khas madura
lazada

Tong-tong adalah alat musik khas Madura yang terbuat dari  bambu atau kayu. Tong-tong juga biasa disebut sebagai kentongan.

Nah, kalau kentongan pasti kalian udah pada tau kan.. Yup, alat musik ini awalnya hanya dimainkan untuk membangun kan warga-warga ketika sahur (musik patrol).

Awalnya kentongan ini hanya memiliki 3 buah nada. Yaitu nada tinggi, nada sedang, dan tengah.

Kemudian semakin berkembangnya zaman. Kentongan memiliki nada yang divariasi dan lebih banyak dari sebelumnya. Bahkan alat musik ini dimainkan secara bersama-sama dengan alat musik lainnya. Namun, tetap keras dan bertalu-talu.

Selain dimainkan dalam bentuk instrumen, kerap juga  tong-tong dilengkapi dengan nyanyian koor ( lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama) dengan lagu madura, seperti Olle olaang, pajjar lagghu. Kadang pula dinyanyikan dengan lagu-lagu qosidah.

Buat kalian yang ngga bisa nyanyi, kalian bisa kok padukan kentongan kalian dengan teriakan SAHOORR.. SAHOOOR… (pada saat yang tepat)

 

3. Ul Daul

Kesenian musik khas madura
youtube.com

Ul Daul adalah salah satu kesenian musik yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Madura, terutama Sumenep.

Awalnya, kesenian ini hanya bermula dari kentongan yang digunakan untuk membangunkan warga sahur saat Bulan Ramadhan.

Semakin berkembangnya zaman, Ul Daul kini dilengkapi dengan beberapa tambahan alat musik tradisional Madura lainnya. Jadi agak mirip perkusi gitu..

Ditambah dengan kereta dorong penuh hiasan sebagai kendaraan para pemain musik yang juga berseragam. Membuat Ul Daul membutuhkan biaya yang lumayan mahal. Yakni berkisar hingga 30-50 juta rupiah..

Wajar saja jika untuk mengundang sewa grup Ul Daul membutuhkan biaya hingga 1-2 juta rupiah setiap tampilnya..

Minat ga nih?

 

Penutup

Nah dari ketiga kesenian musik khas Madura tadi, manakah yang paling kalian suka? Jawab di kolom komentar ya…

Jangan lupa juga untuk selalu baca artikel-artikel lainnya di tataotak.com. Kalian juga bisa baca banyak artikel tentang kesenian di guratgarut.com

Bye..

 

Tinggalkan komentar